Portofolio
Runtuhnya Korelasi Saat Krisis: Mengapa Diversifikasi Gagal Saat Paling Dibutuhkan
Korelasi antar kelas aset melonjak drastis selama krisis pasar, tepat ketika investor mengandalkan diversifikasi untuk perlindungan. Artikel ini mengkaji bukti empiris runtuhnya korelasi, mengapa optimisasi mean-variance meremehkan risiko crash, dan pendekatan hedging praktis ketika diversifikasi tradisional gagal.
Strategi Hedging Mata Uang untuk Portofolio Global
Eksposur mata uang adalah risiko terbesar yang tidak dikompensasi dalam sebagian besar portofolio global. Riset Goldman Sachs dan studi akademis Solnik dan Perold menunjukkan bahwa rasio hedging optimal bervariasi berdasarkan kelas aset, domisili investor, dan lingkungan biaya. Pengaturan rasio hedging yang tepat dapat menambahkan 50 hingga 150 basis poin return yang disesuaikan risiko per tahun.
Tail Risk Hedging: Melindungi Portofolio dari Black Swan
Return finansial menunjukkan fat tail -- peristiwa ekstrem terjadi jauh lebih sering dari prediksi distribusi normal. Panduan praktis strategi tail risk hedging termasuk put option, derivatif VIX, overlay trend-following, dan konsep crisis alpha.
Model Black-Litterman: Menggabungkan Pandangan Investasi dengan Keseimbangan Pasar
Optimisasi mean-variance menghasilkan portofolio yang ekstrem dan tidak intuitif. Model Black-Litterman memecahkan masalah ini dengan memulai dari keseimbangan pasar dan memadukan pandangan investor dengan tingkat keyakinan yang terkontrol, menghasilkan alokasi aset yang stabil dan praktis.
Risk Parity: Menyeimbangkan Portofolio Berdasarkan Risiko, Bukan Modal
Risk parity mengalokasikan bobot portofolio agar setiap kelas aset berkontribusi sama terhadap total risiko. Dipopulerkan oleh dana All Weather Bridgewater.
Ilmu Diversifikasi: Dari Markowitz hingga Portofolio Modern
Harry Markowitz menyebut diversifikasi sebagai satu-satunya makan siang gratis di keuangan. Kami melacak evolusi konstruksi portofolio dari optimisasi mean-variance.