Faktor
Premi Likuiditas: Mengapa Aset Tidak Likuid Membayar Lebih
Aset yang kurang likuid secara historis menghasilkan return lebih tinggi, mengompensasi investor atas biaya dan risiko kesulitan perdagangan. Premi ilikuiditas berinteraksi kuat dengan faktor ukuran dan nilai, dan investor individu mungkin memiliki keunggulan struktural dibanding institusi besar dalam memanennya.
Bertaruh Melawan Beta: Mengapa Saham Membosankan Justru Menang
Faktor BAB memanfaatkan distorsi pasar fundamental: investor yang terbatas leverage membayar lebih untuk saham beta tinggi, sementara saham beta rendah secara sistematis terlalu murah. Hasilnya adalah premi persisten untuk sekuritas berisiko rendah di seluruh kelas aset di dunia.
Efek Ukuran: Apakah Saham Kecil Masih Mengungguli?
Premi saham kecil adalah salah satu anomali pertama yang terdokumentasi dalam keuangan. Beberapa dekade kemudian, buktinya lebih bernuansa: efek ukuran murni telah melemah, tetapi saham kecil yang dikombinasikan dengan filter nilai atau kualitas terus memberikan imbal hasil yang berarti.
Anomali Volatilitas Rendah: Risiko Lebih Kecil, Return Lebih Tinggi
Teori keuangan tradisional mengatakan risiko tinggi berarti return tinggi, tetapi bukti puluhan tahun menunjukkan saham volatilitas rendah mengungguli secara risk-adjusted.
Faktor Kualitas: Mengapa Perusahaan Profitable Menghasilkan Return Lebih Tinggi
Perusahaan berkualitas tinggi secara historis mengungguli perusahaan berkualitas rendah. Kami mengeksplorasi bukti akademis di balik premi kualitas.
Faktor Momentum
Anomali paling kuat. Sintesis riset AQR dan KCMI.
Faktor Nilai: Membeli Saham Murah untuk Alpha Jangka Panjang
Kecenderungan saham murah mengungguli saham mahal adalah anomali tertua di keuangan. Kami melacak dari Benjamin Graham hingga model Fama-French.